Sisi Lain Kerugian dari Peperangan

Perang yang sedang berlangsung dinegara dengan sejarah panjang 3 agama besar Yahudi, Kristiani dan Islam telah memakan korban lebih dari 1000 orang dan sebagian adalah anak-anak. Segala alasan dengan pembenaran pada masing-masing pihak telah melegitimasi segala bentuk tindakan keji yang berupa pembunuhan. Terlepas dari segala alasan yang didasari, pembunuhan tetaplah pembunuhan dan hal tersebut tidak pernah dibenarkan oleh agama manapun terkecuali mereka yang berperang saat ini mengaku sebagai manusia tak beragama.

israel-palestine20map

Kerugian yang disebabkan oleh kebijakan egois perang tersebut, ternyata tidak hanya berpengaruh pada wilayah konflik tetapi pengaruhnya juga terasa kepada bangsa-bangsa lain diseluruh dunia. Salah satu kerugiannya berupa naiknya harga minyak dunia. Masih diingat pada beberapa bulan lalu diakhir tahun 2008, muncul kondisi memanas diseluruh negara di dunia akibat kenaikan harga dasar minyak yang mencapai nilai $ 140/barrel. Banyak pihak khususnya para ekonom dunia telah menyadari dampak perang ataupun kebijakan kekerasan lainnya yang terjadi diseluruh dunia (tidak terkecuali diPalestina-Israel) memicu naiknya harga minyak dipasar uang internasional. Bahkan ada sebagian pengamat ekonomi menyatakan bahwa perang merupakan salah satu komoditi yang sengaja diciptakan untuk menaikkan harga minyak dunia. Untuk diketahui walaupun harga minyak saat ini masih fluktuatif, tetapi masa awal perang yang terjadi antara Palestina-Israel telah menaikkan harga pasar minyak dunia sebesar $ 1/barrel/hari. Adapun untuk kondisi saat ini menurut seorang pengamat perminyakan nasional Kurtubi, kenaikan harga minyak dunia diprediksi tidak akan mencapai harga fenomenal seperti beberapa bulan lalu karena adanya kelesuan ekonomi dinegara kapitalis Amerika, akan tetapi dengan beberapa kondisi kenaikan bisa saja terjadi. Melihat hal tersebut mestinya seluruh bangsa didunia khususnya importir minyak seperti Indonesia mulai waspada akan kondisi tersebut dengan turut aktif menghentikan perang ini sebagai upaya mengendalikan kenaikan harga minyak dunia sekaligus mewujudkan kedamaian dunia.

oil-priceslarge

Dapat diambil sebuah kesimpulan yang mendasar bahwa perang tidaklah membawa manfaat apapun kecuali terhadap beberapa pihak yang mencoba memanfaatkan momentum perang sebagai upaya mencari keuntungan ekonomi atau dukungan politis. Tidak ada sebuah kebanggaan ataupun janji tuhan akan surganya kalau ada darah manusia lain ditangannya. Jadi kita semua sepakat bahwa perang dimanapun mesti dihentikan dan kejahatan kemanusiaan tersebut harus dimintai pertanggungjawabannya.

Advertisements

January 10, 2009 at 1:32 pm Leave a comment

Tantangan Perancangan Bangunan Lepas Pantai

Dengan kondisi pembebanan yang sangat ekstrem dari gelombang air laut, bangunan-bangunan didaerah pantai dan lepas pantai diharuskan mempunyai ketahanan struktural baik. Disebagian besar perairan Indonesia, tinggi gelombang yang sering terjadi hanya berkisar antara 1-2 meter dan gelombang maksimum antara 3-5 meter, sedangkan pada beberapa daerah ekstrem seperti laut utara menurut beberapa peneliti diantaranya O M Faltisen (1990) menyatakan ketinggian gelombang bisa mencapai 30 meter. Salah satu penyebab terjadinya gelombang adalah angin yang berhembus diperairan tersebut. JMJ Journee dan WW Massie (2001) Pada tahun 1805 seorang laksamana laut Inggris Sir Francis Beaufort membuat skala pengaruh angin untuk mengetahui ketinggian gelombang yang terjadi seperti terlihat dibawah ini.

Maka melihat begitu besarnya potensi beban yang terjadi di daerah periran laut menjadikan proses desain, produksi hingga perawatan bangunan lepas pantai mempunyai bagian-bagian yang sama pentingnya untuk selalu diperhatikan dan diperiksa terutama untuk ketahanan dinamiknya, T Moan (2004) pemeriksaan ini memberikan pengaruh yang cukup besar terhadap ketahanan bangunan lepas pantai seperti terlihat dibawah ini.

Sehingga diharapkan dengan adanya desain dan produksi serta perawatan yang baik akan meminimalkan terjadinya kegagalan struktur pada bangunan lepas pantai baik pada beberapa bagian struktur maupun keseluruhan struktur (capsize). Tercatat beberapa kegagalan bangunan lepas pantai khususnya offshore platforms yaitu Allexander Kielland, Ocean Ranger, Piper Alpha, P-36, Typhoon TLPs, BP’s thunder Horse. Dengan perbaikan terus menerus demi kesempurnaan hasil desain bisa menjadikan bangunan lepas pantai ini sebagai salah satu prototipe bangunan masa depan bagi manusia di Bumi.

Sumber :

1. Torgeir Moan, Safety of Offshore Structures, Centre for Offshore Research & Engineering, National University of Singapore. 2004.

2. JMJ Journee and WW Massie, Offshore Hydromechanics First Edition, Delft University of Technology. 2001.(pdf)

3. OM Faltisen, Sea Loads on Ships and Offshore Structures, Cambridge University Press. 1990.

4. Anne Marthine Rustad, Modelling and Control of Top Tensioned Risers, Departement of Marine Technology, Norwegian University of Science and Technology. 2007.

November 2, 2008 at 5:12 am Leave a comment

Presiden Indonesia Vs Presiden Amerika

Pada beberapa bulan mendatang masyarakat Amerika akan memilih presiden untuk periode kepemimpinan setelah GW Bush. Tidak mau kalah dengan Negara multi kultur tersebut, Indonesia  juga akan mempunyai presiden baru pada tahun 2009 yang mulai beberapa bulan lalu beramai-ramai mengiklankan diri diberbagai media.

Seperti diketahui bersama iklan antar dua calon presiden Amerika Serikat saat ini yaitu B Obama dan J Mc Cain sangat seru untuk diikuti karena disamping isi iklannya sangat “orisinil“ dari hati, juga sempat memunculkan tantangan dari pihak ketiga yakni seorang artis kurus dari California yang juga merupakan putri dari penyandang dana kampanye J Mc Cain, Paris Hillton akibat salah satu iklan J Mc Cain menyinggung dirinya. Untuk di Indonesia iklan-iklan yang diberikan oleh calon-calon presiden masih pada proses pencarian empati sosial untuk mendapatkan dukungan politis pada PEMILU 2009 dengan berbagai semboyan-semboyan heroisme; janji-janji politik yang tidak pernah terwujud seperti pemberantasan kemiskinan, penyediaan lapangan kerja, dll juga masih sering terdengar pada berbagai acara diskusi.

Presiden Indonesia adalah salah satu posisi yang sering didamba-dambakan oleh masyarakat karena posisi ini sangat dikultuskan oleh Negara (padahal setiap 5 tahun akan terus berganti dengan orang baru (harapannya)), masih segar dalam ingatan kita seorang mahasiswa harus dipenjara hanya karena membakar foto presiden padahal ia tidak menyobek bendera merah putih, tidak menghina pancasila ataupun membakar UUD 1945. Berbeda kondisi, di Negara-negara luar banyak ditemui kritik terhadap presiden diberbagai televisi, pembakaran atau pencoretan foto presiden dalam berbagai demonstrasi dan hal tersebut tidak dipermasalahkan.

Di Amerika Serikat setiap warganya diberikan keleluasaan untuk melakukan hal tersebut akan tetapi akan menjadi permasalahan hukum apabila yang menjadi bahan kritik, foto yang dibakar atau dicorat-coret adalah warga Negara biasa jadi dapat disimpulkan Negara itu sangatlah melindungi setiap warga negaranya, berlawanan dengan Indonesia yang sangat feodal.

Jadi rasanya cukup pantas berharap kepada para calon-calon presiden Indonesia maupun presiden yang mau mencalonkan diri lagi untuk bisa bersikap lebih bijaksana dalam menghadapi segala kritikan, cercaan maupun sikap tidak menyenangkan lainnya pada saatnya terpilih nanti. Kita sepakat bahwa seorang pemimpin akan selalu dicintai dan tidak akan dicela apabila ia menjadi pemimpin sekaligus pelayan yang baik untuk rakyatnya bukan untuk partainya ataupun untuk lawan politiknya.

September 14, 2008 at 10:27 am Leave a comment

Energi Listrik dari Vortex Induced Vibration

Seperti diketahui bersama Vortex Induced Vibration terjadi dari adanya pembentukan pusaran dan shedding oleh arus fluida saat melewati struktur bundar, kombinasi yang terus terjadi antara pusaran dan shedding pada sekitar sruktur tersebut menyebabkan terjadinya vibrasi ataupun goyangan. Pada beberapa kasus VIV ini meyebabkan kerugian, didarat media (fluida) yang digunakan adalah angin dan mengakibatkan kegagalan struktur seperti Tacoma Bridge ataupun Ferry Bridge England, adapun untuk dilaut terjadi fatigue struktur bawah bangunan lepas pantai seperti riser ataupun tendon.  

b1

Akan tetapi menurut Prof Michael M Bernitsas dari University of Michigan Ann Arbor, fenomena  VIV yang tidak linier dapat dimanfaatkan untuk energi listrik dengan efisiensi tinggi. Ide ini diberi nama VIVACE (Vortex Induced Vibration Aquatic Clean Energy), dimana alat yang akan digunakan berusaha memanfaatkan arus dari air sungai maupun air laut dengan kecepatan kecil  (< 3 knot) yang selama ini belum terkelola dengan baik.vivace(pdf)

Adapun pada saat  uji coba yang dilaksanakan di Laboratorium Marine Hydrodynamic University of Michigan Ann Arbor yang didanai oleh U.S. Departemen of Energy and the Office Naval Research diperoleh hasil yang memuaskan dan seringkali melebihi dari harapan. Dan saat ini terus dikembangkan oleh sivitas akademik universitas tersebut untuk desain alat VIVACE dengan berbagai bentuk baru, new-concept-of-vivace(pdf). Untuk kedepannya alat ini akan dapat diaplikasikan sebagai salah satu alat energi listrik alternatif ramah lingkungan di Amerika Serikat.

Sumber : University of Michigan – Ann Arbor    

August 28, 2008 at 7:25 am Leave a comment

INDONESIA BELUM MERDEKA

Mulai awal agustus ini masyarakat di Indonesia sibuk meramaikan peringatan hari kemerdekaan bangsanya dengan membuat berbagai hiasan dilingkungannya dan membuat berbagai lomba, inilah salah satu bentuk nasionalisme masyarakat Indonesia terhadap tanah air yang selama ini ditinggalinya dan merupakan bentuk pembuktian penghormatan terhadap jasa para pahlawan yang sebagian besar adalah kakek buyut mereka sendiri. Namun sudahkah masyarakat Indonesia merdeka sebagai manusia dan warga Negara seutuhnya?

Sudah lebih dari setengah abad bangsa ini merdeka dan sudah ada 6 orang yang memimpin bangsa ini namun masyarakat masih belum merasakan kebebasannya secara utuh, sebagai warga Negara masyarakat telah merasakan merdeka tidak tertindas oleh para penjajah tetapi sebagai manusia pribadi masih merasa terjajah dan ironisnya dilakukan oleh pemerintahannya sendiri. Bentuk penjajahan ini adalah dengan terpasungnya masyarakat Indonesia dalam kemiskinan dan kebodohannya, tercatat pada tahun 2007 menurut Asian Development Bank kemiskinan di Indonesia sebesar 16.6 %, sedangkan jumlah masyarakat yang buta aksara menurut Statistics Indonesia pada tahun 2005 untuk umur 15 tahun keatas masih cukup tinggi (Jawa Tengah : 12.59 %, DI Yogyakarta : 13.28 % dan Papua : 28.42 %).

 

Sebagai warga Negara segala hak-hak untuk menikmati pelayanan dari Negara terlindungi oleh setumpuk undang-undang, akan tetapi pada saat ini yang terjadi adalah hanya sebagian kecil masyarakat Indonesia yang dapat menikmati pelayanan kesehatan dan pendidikan berkualitas. Dua bagian kecil dari berbagai kebutuhan masyarakat yang seharusnya diperoleh dari Negaranya yang telah merdeka secara gratis dan mudah. Jadi masihh pantaskah Indonesia disebut Negara yang merdeka ataukah itu hanya simbolisasi sebagai Negara yang berdaulat namun tidak pernah memerdekakan rakyatnya sendiri?

 

Lantas menjadi kewajiban siapa untuk memerdekakan rakyat Indonesia dari kemiskinan dan kebodohannya ? Kepada wakil rakyatnya yang ada dilegislatif ? Rasanya seperti mimpi karena sebagian dari mereka terlalu sibuk untuk mencari alibi untuk kasus korupsinya, pada sebagian pihak lagi tengah sibuk untuk merayu konstituennya guna tetap memilihnya.

 

Kepada lembaga yudikatif melalui perundangan yang ada ? sudah cukup banyak perundangan yang dibuat tetapi tidak juga dilaksanakan oleh Negara (seperti 20 % APBN untuk pendidikan) dan lembaga ini hanya terdiam, seperti “banteng tidak bertanduk” tanpa ada penekanan ke pemerintah.

 

Kembali lagi berharap kepada lembaga eksekutif ? Adakah mereka sempat untuk memikirkannya karena sebagian besar para pengambil keputusan bangsa ini (presiden dan menteri-menterinya) tengah sibuk berpikir untuk mempertahankan kepopulerannya ditengah masyarakat sehingga pada PEMILU mendatang masih bisa menjabat lagi.

 

Lantas kepada siapa ? Jangan katakan kepada Tuhan, Dia juga sudah cukup sibuk.

 

Sumber : Asian Development Bank dan Statistics Indonesia.

August 12, 2008 at 1:26 pm Leave a comment

Potensi Energi Terbaharukan Indonesia

Beberapa bulan ini masyarakat Indonesia terutama masyarakat industri dibingungkan oleh tidak adanya pasokan energi listrik untuk dapat mendukung produksi industrinya, krisis energi listrik ini juga menjadikan batalnya rencana investasi di Indonesia dan berimbas hilangnya kesempatan saudara kita yang menganggur untuk mendapatkan pekerjaan, disamping itu pada beberapa daerah pasokan Bahan Bakar Minyak juga susah untuk ditemukan oleh masyarakat, seperti terjadi diwilayah Jambi. Apakah ini semua kesalahan dari dua BUMN besar (yang sedari dulu merugi terus walaupun sudah memonopoli pasar di Indonesia) ataukah kesalahan kebijakan energi nasional yang dikomandoi Departemen ESDM ? Rasanya tidak diperlukan mencari “kambing hitam” dari masalah ini tetapi yang diperlukan adalah sebuah solusi untuk dapat memenuhi kebutuhan energi nasional secara lebih konsisten.

 

Secara umum primary energy supply di Indonesia menurut data BPS tahun 2006 mengalami pertumbuhan mundur yakni -3.53 % sedangkan konsumsi energi mengalami peningkatan sebesar 1.59%. Hal yang cukup mengejutkan walaupun Indonesia telah mencoba mengeksploitasi keenam sumber energinya yakni crude Oil, Coal, LNG & LPG, Hydropower, Geothermal dan Biomass ternyata masih belum memenuhi kebutuhan. Tercatat crude oil sebagai penyumbang energi nasional terbesar yakni 40.53 % pada tahun 2006, sedangkan sumber-sumber energi terbaharukan sangatlah kecil dalam eksploitasinya yaitu Hydropower (2.02 %), Geothermal (0.93 %), Biomass (22.95 %). Sehingga saat harga crude oil naik seperti yang terjadi beberapa bulan lalu, keuangan bangsa jadi kebobolan dan akhirnya rakyat mesti menanggung imbasnya dengan merasakan kenaikan harga dasar BBM, dimana menaikan pula harga dasar kebutuhan masyarakat lainnya. handbook-of-energy-economic-statistics-of-indonesia-2007(pdf)

 

Untuk itu rasanya cukup pantas apabila kita berharap para pembuat keputusan mulai melaksanakan diversifikasi energi dengan salah satunya memaksimalkan potensi energi terbaharukan yang sebenarnya sudah disadari potensinya oleh Departemen ESDM pada tahun 2005 :

Tenaga Air

Potensi : 75.67 GW

Kapasitas Terpasang : 4200 MW

Panas Bumi

Potensi : 27 GW

Kapasitas Terpasang : 807 MW

 Mini/mikrohidro

Potensi : 712 GW

Kapasitas Terpasang : 206 MW

Bio Massa

Potensi : 49.81 GW

Kapasitas Terpasang : 445 MW

Energi Surya

Potensi : 4.8 kWh/m2/hari

Kapasitas Terpasang : 8 MW

Energi Angin

Potensi : 3-6 m/det

Kapasitas Terpasang : 0.6 MW

 

Potensi – potensi ini harus mulai digali lagi guna memenuhi kebutuhan energi nasional sebelum sampai pada tahap untuk mengaplikasikan teknologi nuklir yang sampai saat ini masih ditolak oleh masyarakat disekitar lokasi perencanaan pembangunan reaktor. Memang tidak dapat dipungkiri bahwa energi yang dihasilkan oleh sebuah reaktor nuklir cukup besar hingga mampu memenuhi kebutuhan energi dalam negeri (contoh : energi listrik) seperti yang dilakukan di Amerika dengan kepemilikan 104 reaktor nuklir (tahun 1998 ) untuk menyumbang kebutuhan energi listrik nasionalnya yakni sebesar 20,1 % dari keseluruhan kebutuhan listrik nasionalnya yang mempunyai porsi sebesar 65 % dari kebutuhan energi nasional.reactor_operate(pdf)total_electric(pdf)

 

Akan tetapi juga sangat beralasan penolakan warga lokasi perencaan pembangunan reaktor nuklir di suatu wilayah Jawa Tengah, karena seperti yang diketahui bersama perkembangan teknologi nuklir nasional belumlah semaju negara-negara industri seperti Amerika, Jepang, Inggris ataupun Jerman sehingga kekhawatiran akan keselamatannya cukup besar, padahal masih ada potensi-potensi energi yang lebih aman tetapi belum mau dimanfaatkan oleh bangsa ini, jadi kenapa mesti cari yang susah & berbahaya ?

Sumber :

  1. Departemen ESDM.

  2. KOMPAS.

  3. Massachusetts Institute of Technology.

August 6, 2008 at 2:16 pm 2 comments

Belajar dari Kemiringan Menara Pisa

Menara pisa dibangun pada 9 Agustus 1173 dan selesai pada tahun 1370 dimana ketinggian menara ini mencapai 185 kaki dengan baratnya 14.000 ton. Yang menjadikan menara ini terkenal adalah kemiringan yang dibuatnya, akan tetapi kemiringan ini membuat kekhawatiran tersendiri bagi Italy karena kemiringan yang dibuat mencapai 5.5 derajat atau 17 kaki dari seharusnya.  

Dari kemiringan tersebut menjadikan beban mati struktur akan ditahan pada salah satu bagian dinding yaitu dinding sebelah selatan atau sesuai dengan arah kemiringannya.  Menurut John Burland pada simulasi komputer kemiringan maskimal yang bias ditahan hanya 5.44 derajat akan tetapi saat ini lebih dari itu dan harus diupayakan untuk mengurangi kemiringannya tanpa menjadikannya lurus supaya menara tidak runtuh.

Upaya meluruskan pernah dilakukan oleh diktator fasis Benito Mussolini pada tahun 1933 dengan cara menyuntikkan semen kefondasi bukan ketanah dan akhirnya menjadikannya miring 3.5 inchi.

Beberapa tahun kemudian menara ini tetap mengalami kemiringan hingga menjadikannya tertutup untuk dinaiki bagi umum pada tanggal 7 januari 1990. Kemudian beberapa upaya untuk mengurangi kemiringan dilakukan, pada tahun 1993 diberikan pemberat pada bagian utara menara tetapi mendapat protes yang cukup besar bagi masyarakat pisa, alau muncul ide membangun cincin beton disekitar dasar menara dimana ada 10 kabel dipasang 50 kaki kebawah tanah tetapi ide ini mengharuskan menggali tanah disekitar dasar menara yang diketahui terdapat sumber air. Penggalian disekitar dasar fondasi sebelumnya pernah dilaksanakan pada akhirnya ada aliran masuk ke area sekitar menara hingga menjadkannya miring, maka perlu ada solusi tambahan yaitu membekukan tanah dengan nitrogen cair sehingga akan menjadi penghalang fisik untuk air mengalir ke tempat penggalian tetapi saat digali ternyata pada sekitar dasar fondasi terdapat cincin, usaha pembekuan tanah tetap dilakukan ternyata menjadikan adanya pergerakan 1/16 inci kearah selatan (bertambah miring ) karena saat air dalam tanah membeku, tanah mengembang dan mendorong beton kedasar lebih dalam hingga menciptakan celah antara cincin dan menara, saat tanah kembali mencair menara akan menekan cincin kembali  pada akhirnya menjadikannya lebih miring.

Tahun 1998 mulai ada ide baru yaitu ekstrasi tanah, tanah akan diangkat disebelah utara tanah yang tersisa akan memadat untuk mengisi celah yang tercipta, dan hingga akhirnya akan stabil. Kemiringan yang diperoleh dari ekstrasi tanah yaitu 0.5 inci ke arah utara (berlawanan dengan kemiringan). Saat ini kondisinya stabil seperti tahun 1838 yakni dengan kemiringan 18 inches (45 centimetres). Inilah hasil pekerjaan berat dari tim yang salah satu anggotanya adalah Prof John Burland Ahli Mekanika Tanah Imperial College London.

July 14, 2008 at 2:30 pm Leave a comment

Older Posts Newer Posts


Blog Stats

  • 63,836 hits

News

Antara

Aljazeera

CNN

BBC

REUTERS

FOX

ABC

KYODO

NIKKEI