MOBILE OFFSHORE BASE (MOB):PANGKALAN MILITER MODERN

February 8, 2010 at 3:11 am Leave a comment

Kita masih mengingat beberapa saat lalu bangsa kita dipermalukan dengan hadirnya kapal militer asing diwilayah perairan kita, ada klaim sepihak mengenai batas teritorial. Kesengajaan ini merupakan bukti telah diinjak-injaknya kehormatan Indonesia oleh bangsa yang mengaku serumpun. Ini bukanlah tindakan pelecehan pertama, sebelumnya mereka juga telah mencuri 2 pulau kita. Tim diplomasi yang terdiri dari beberapa anak bangsa yang dikatakan cakap ternyata tidak mampu untuk menuntut sebuah permintaan maaf yang tulus dan konsistensi untuk tidak terulanginya kejadian yang sama. Apakah ini bukti bahwa banyak orang yang dikatakan cakap itu hanya bisa “berbicara” ditingkat negara sendiri bukan tingkatan global ? Indonesia sekarang menjadi macan asia yang ompong karena sudah tidak dianggap dalam tingkatan global. Salah satu titik lemahnya adalah kemampuan pertahanan negara dengan sistem persenjataan yang telah usang, yang mana sangat berlawanan dengan fasilitas pejabat yang selalu baru dan mewah (mobil baru untuk menteri dan pesawat kepresidenan).

Saat ini kita menyadari bahwa kebutuhan akan persenjataan modern adalah penting secara nyata, sehingga tidak ada lagi angkatan laut kita kesusahan untuk mengejar kapal perang negara tetangga yang dengan sengaja memasuki lautan Indonesia. Jika kita melihat sistem pertahanan negara Amerika mungkin kita akan sedikit iri karena tidak mungkin bisa diikuti oleh Indonesia dalam waktu dekat, saat ini mereka telah merancang sistem pangkalan militer terapung terbesar didunia. Mobile Offshore Base (MOB) merupakan rancangan sistem pangkalan militer yang mempunyai kemampuan untuk berpindah tempat, tidak berada pada wilayah politik negara lain serta dalam waktu 30 hari mampu sampai kewilayah konflik yang membutuhkan dukungan melalui perairan internasional.

MOB dikonsep menjadi beberapa bagian atau module dengan panjang berkisar 220 sampai 500m, tinggi dari permukaan air laut (air gap) 36 m  dan akan didukung dengan sistem diesel electric motor yang membuatnya berjalan dengan kecepatan 15 knot. Apabila tiap-tiap module digabungkan maka akan tersedia ruang 280 000 m² untuk peralatan dan perbaikan, tampungan untuk 40 juta liter bahan bakar (10 juta gallon), tempat tinggal bagi 3000 tentara dan beberapa ruang untuk tahanan. Tim perancang sendiri saat ini tengah berusaha untuk mendesain MOB yang mampu memuat 300.000 ton peralatan, 3500 kendaraan, 500 kontainer kargo, 75 juta gallon bahan bakar dan 50 juta gallon air.

Pada bagian atas MOB dibuatlah runway untuk conventional take off and landing (CTOL) dan vertical/short takeoff and landing (VSTOL), VSTOL dapat dilakukan pada tiap module oleh pesawat – pesawat jet dengan kebutuhan panjang runway lebih pendek sedangkan proses CTOL  yang dilakukan oleh pesawat pengangkut membutuhkan panjang runway berkisar 6000 feet dan hanya bisa dilakukan apabila tiap module bergabung dengan jembatan penghubung seperti terlihat diatas sehingga MOB ini seringkali disebut sebagai Joint Mobile Offshore Base (JMOB). Konsep JMOB ditawarkan oleh McDermott International di Arlington, Virginia pada akhir 1990.

Konsep rancangan MOB menyerupai semisubmersible dengan beberapa kolom dan dua buah pontoon tiap module. Adapun MOB ini didesain mampu untuk menyerupai catamaran dengan pontoon berada dipermukaan air laut saat beroperasi dan pontoon dibawah permukaan air laut (terendam) saat transit. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk menjadikan MOB cepat bergerak seperti catamaran saat beroperasi dan stabil saat transit. Adapun masing-masing module mempunyai sumber energi, pendorong, kontrol, alat pengangkat, ATC (Air Traffic Control) dan mampu untuk beroperasi secara mandiri. Keuntungan dari sistem module ini adalah memungkinkan untuk operasi militer dimulai dengan satu module , dimana apabila dibutuhkan dukungan akan ditambahkan module lainnya.

Pada April 2000 tim dari Departemen Pertahanan Amerika yang mengurusi program MOB ini yaitu Office of Naval Research (ONR) melaporkan hasil assessment MOB kepada kongres dimana secara teknis konsep MOB sangatlah feasible, adapun harga tiap module berkisar 1.5 milyar dolar sehingga dengan panjang MOB 2 kilometer akan membutuhkan 5 – 8 milyar dolar. Menurut studi dari Departemen Pertahanan Amerika pada awal 2001, konsep MOB ini lebih ekonomis dibandingkan dengan alternatif lain seperti pesawat pengangkut yang bertenaga nuklir.

Model

ONR mempunyai arahan bagi perancang yang terdiri dari para praktisi dan akademisi untuk menjadikan MOB ini mampu mendaratkan pesawat kargo besar seperti C-17 dengan stabil pada kondisi laut tingkat 6, dimana karakteristik lautnya mempunyai kecepatan angin 22-27 knot dan gelombang 10 feet. MOB ini juga didesain mampu untuk memindahkan pasukan dan peralatannya kedalam kapal – kapal laut saat kondisi laut tingkat 3. Masing – masing module didesain dengan masa layan 40 tahun.

Adapun tantangan terbesar muncul saat antar module MOB menyatu, penghubung antar module sangatlah kritis karena pergerakan dinamis masing – masing module yang terhubung terutama saat terjadi badai, kondisi ini kurang baik untuk pesawat tempur yang setiap saat membutuhkan landasan. Untuk mengetahui kebenaran dari kekhawatiran tersebut dibuatlah tes simulasi hidrodinamika pada Naval Surface Warfare Center dengan skala model 1/60 dan hasilnya dinyatakan bekerja dengan baik.

Berdasarkan analisa numeris oleh S.K. Chakrabarti (2008) yang dibandingkan dengan penelitian Sikora, J dan Smith, T (1999) ditemukan bahwa respon yang dominan terjadi pada wave frequency, respon untuk pergerakan pitch pada multiple module sangatlah berbeda dengan single module, beban pada penghubung mempunyai frekuensi yang sama dengan pergerakan dinamisnya dan sebagian besar efek interaksi muncul dari penahan konektor.

Pihak akademisi dari UC Berkeley khususnya Partners for Advanced Transit and Highways program (PATH) digandeng oleh ONR membuat simulasi model skala 1/150 seperti terlihat dibawah untuk meneliti proses penggabungan ataupun pemisahan antar module, kontrol dan dynamic positioning pada keseluruhan module MOB. Saat ini beberapa penelitian lain juga tengah dilakukan untuk memastikan tingkat keandalan dari desain yang akan dibuat, karena ini merupakan salah satu penemuan baru yang belum standar, validasi, pengalaman fabrikasi dan pengalaman operasionalnya sampai saat ini.

Sumber :

  1. Anouck R. Girard, Daniel A. Empey, João Borges de Sousa, Stephen C. Spry and J. Karl Hedrick, An Experimental Testbed for Mobile Offshore Base Control Concepts, The University of California at Berkeley.
  2. Subrata K. Chakrabarti, Mobile Offshore Base – Analysis of a Multi-Connected Semisubmersible Structure,  Journal of Ocean Technology Vol. 3, No. 3, 2008.
  3. marinetalk.com
  4. globalsecurity.org

Entry filed under: Ilmu. Tags: , , .

Lylipad Kota Terapung Masa Depan AIR BERSIH DARI LAUT

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Blog Stats

  • 62,385 hits

News

Antara

Aljazeera

CNN

BBC

REUTERS

FOX

ABC

KYODO

NIKKEI


%d bloggers like this: