INDONESIA BELUM MERDEKA

August 12, 2008 at 1:26 pm Leave a comment

Mulai awal agustus ini masyarakat di Indonesia sibuk meramaikan peringatan hari kemerdekaan bangsanya dengan membuat berbagai hiasan dilingkungannya dan membuat berbagai lomba, inilah salah satu bentuk nasionalisme masyarakat Indonesia terhadap tanah air yang selama ini ditinggalinya dan merupakan bentuk pembuktian penghormatan terhadap jasa para pahlawan yang sebagian besar adalah kakek buyut mereka sendiri. Namun sudahkah masyarakat Indonesia merdeka sebagai manusia dan warga Negara seutuhnya?

Sudah lebih dari setengah abad bangsa ini merdeka dan sudah ada 6 orang yang memimpin bangsa ini namun masyarakat masih belum merasakan kebebasannya secara utuh, sebagai warga Negara masyarakat telah merasakan merdeka tidak tertindas oleh para penjajah tetapi sebagai manusia pribadi masih merasa terjajah dan ironisnya dilakukan oleh pemerintahannya sendiri. Bentuk penjajahan ini adalah dengan terpasungnya masyarakat Indonesia dalam kemiskinan dan kebodohannya, tercatat pada tahun 2007 menurut Asian Development Bank kemiskinan di Indonesia sebesar 16.6 %, sedangkan jumlah masyarakat yang buta aksara menurut Statistics Indonesia pada tahun 2005 untuk umur 15 tahun keatas masih cukup tinggi (Jawa Tengah : 12.59 %, DI Yogyakarta : 13.28 % dan Papua : 28.42 %).

 

Sebagai warga Negara segala hak-hak untuk menikmati pelayanan dari Negara terlindungi oleh setumpuk undang-undang, akan tetapi pada saat ini yang terjadi adalah hanya sebagian kecil masyarakat Indonesia yang dapat menikmati pelayanan kesehatan dan pendidikan berkualitas. Dua bagian kecil dari berbagai kebutuhan masyarakat yang seharusnya diperoleh dari Negaranya yang telah merdeka secara gratis dan mudah. Jadi masihh pantaskah Indonesia disebut Negara yang merdeka ataukah itu hanya simbolisasi sebagai Negara yang berdaulat namun tidak pernah memerdekakan rakyatnya sendiri?

 

Lantas menjadi kewajiban siapa untuk memerdekakan rakyat Indonesia dari kemiskinan dan kebodohannya ? Kepada wakil rakyatnya yang ada dilegislatif ? Rasanya seperti mimpi karena sebagian dari mereka terlalu sibuk untuk mencari alibi untuk kasus korupsinya, pada sebagian pihak lagi tengah sibuk untuk merayu konstituennya guna tetap memilihnya.

 

Kepada lembaga yudikatif melalui perundangan yang ada ? sudah cukup banyak perundangan yang dibuat tetapi tidak juga dilaksanakan oleh Negara (seperti 20 % APBN untuk pendidikan) dan lembaga ini hanya terdiam, seperti “banteng tidak bertanduk” tanpa ada penekanan ke pemerintah.

 

Kembali lagi berharap kepada lembaga eksekutif ? Adakah mereka sempat untuk memikirkannya karena sebagian besar para pengambil keputusan bangsa ini (presiden dan menteri-menterinya) tengah sibuk berpikir untuk mempertahankan kepopulerannya ditengah masyarakat sehingga pada PEMILU mendatang masih bisa menjabat lagi.

 

Lantas kepada siapa ? Jangan katakan kepada Tuhan, Dia juga sudah cukup sibuk.

 

Sumber : Asian Development Bank dan Statistics Indonesia.

Entry filed under: Negara. Tags: , .

Potensi Energi Terbaharukan Indonesia Energi Listrik dari Vortex Induced Vibration

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Blog Stats

  • 62,385 hits

News

Antara

Aljazeera

CNN

BBC

REUTERS

FOX

ABC

KYODO

NIKKEI


%d bloggers like this: