Potensi Energi Terbaharukan Indonesia

August 6, 2008 at 2:16 pm 2 comments

Beberapa bulan ini masyarakat Indonesia terutama masyarakat industri dibingungkan oleh tidak adanya pasokan energi listrik untuk dapat mendukung produksi industrinya, krisis energi listrik ini juga menjadikan batalnya rencana investasi di Indonesia dan berimbas hilangnya kesempatan saudara kita yang menganggur untuk mendapatkan pekerjaan, disamping itu pada beberapa daerah pasokan Bahan Bakar Minyak juga susah untuk ditemukan oleh masyarakat, seperti terjadi diwilayah Jambi. Apakah ini semua kesalahan dari dua BUMN besar (yang sedari dulu merugi terus walaupun sudah memonopoli pasar di Indonesia) ataukah kesalahan kebijakan energi nasional yang dikomandoi Departemen ESDM ? Rasanya tidak diperlukan mencari “kambing hitam” dari masalah ini tetapi yang diperlukan adalah sebuah solusi untuk dapat memenuhi kebutuhan energi nasional secara lebih konsisten.

 

Secara umum primary energy supply di Indonesia menurut data BPS tahun 2006 mengalami pertumbuhan mundur yakni -3.53 % sedangkan konsumsi energi mengalami peningkatan sebesar 1.59%. Hal yang cukup mengejutkan walaupun Indonesia telah mencoba mengeksploitasi keenam sumber energinya yakni crude Oil, Coal, LNG & LPG, Hydropower, Geothermal dan Biomass ternyata masih belum memenuhi kebutuhan. Tercatat crude oil sebagai penyumbang energi nasional terbesar yakni 40.53 % pada tahun 2006, sedangkan sumber-sumber energi terbaharukan sangatlah kecil dalam eksploitasinya yaitu Hydropower (2.02 %), Geothermal (0.93 %), Biomass (22.95 %). Sehingga saat harga crude oil naik seperti yang terjadi beberapa bulan lalu, keuangan bangsa jadi kebobolan dan akhirnya rakyat mesti menanggung imbasnya dengan merasakan kenaikan harga dasar BBM, dimana menaikan pula harga dasar kebutuhan masyarakat lainnya. handbook-of-energy-economic-statistics-of-indonesia-2007(pdf)

 

Untuk itu rasanya cukup pantas apabila kita berharap para pembuat keputusan mulai melaksanakan diversifikasi energi dengan salah satunya memaksimalkan potensi energi terbaharukan yang sebenarnya sudah disadari potensinya oleh Departemen ESDM pada tahun 2005 :

Tenaga Air

Potensi : 75.67 GW

Kapasitas Terpasang : 4200 MW

Panas Bumi

Potensi : 27 GW

Kapasitas Terpasang : 807 MW

 Mini/mikrohidro

Potensi : 712 GW

Kapasitas Terpasang : 206 MW

Bio Massa

Potensi : 49.81 GW

Kapasitas Terpasang : 445 MW

Energi Surya

Potensi : 4.8 kWh/m2/hari

Kapasitas Terpasang : 8 MW

Energi Angin

Potensi : 3-6 m/det

Kapasitas Terpasang : 0.6 MW

 

Potensi – potensi ini harus mulai digali lagi guna memenuhi kebutuhan energi nasional sebelum sampai pada tahap untuk mengaplikasikan teknologi nuklir yang sampai saat ini masih ditolak oleh masyarakat disekitar lokasi perencanaan pembangunan reaktor. Memang tidak dapat dipungkiri bahwa energi yang dihasilkan oleh sebuah reaktor nuklir cukup besar hingga mampu memenuhi kebutuhan energi dalam negeri (contoh : energi listrik) seperti yang dilakukan di Amerika dengan kepemilikan 104 reaktor nuklir (tahun 1998 ) untuk menyumbang kebutuhan energi listrik nasionalnya yakni sebesar 20,1 % dari keseluruhan kebutuhan listrik nasionalnya yang mempunyai porsi sebesar 65 % dari kebutuhan energi nasional.reactor_operate(pdf)total_electric(pdf)

 

Akan tetapi juga sangat beralasan penolakan warga lokasi perencaan pembangunan reaktor nuklir di suatu wilayah Jawa Tengah, karena seperti yang diketahui bersama perkembangan teknologi nuklir nasional belumlah semaju negara-negara industri seperti Amerika, Jepang, Inggris ataupun Jerman sehingga kekhawatiran akan keselamatannya cukup besar, padahal masih ada potensi-potensi energi yang lebih aman tetapi belum mau dimanfaatkan oleh bangsa ini, jadi kenapa mesti cari yang susah & berbahaya ?

Sumber :

  1. Departemen ESDM.

  2. KOMPAS.

  3. Massachusetts Institute of Technology.

Entry filed under: Ilmu. Tags: .

Belajar dari Kemiringan Menara Pisa INDONESIA BELUM MERDEKA

2 Comments Add your own

  • 1. infogue  |  August 7, 2008 at 7:19 am

    Artikel di blog Anda bagus-bagus. Agar lebih bermanfaat lagi, Anda bisa lebih mempromosikan dan mempopulerkan artikel Anda di infoGue.com ke semua pembaca di seluruh Indonesia. Telah tersedia plugin / widget kirim artikel & vote yang ter-integrasi dengan instalasi mudah & singkat. Salam Blogger!
    http://energi.infogue.com/potensi_energi_terbaharukan_indonesia

    Reply
  • 2. elaearningaward  |  August 11, 2008 at 7:00 am

    Jakarta, Agustus 2008

    Hal : Nominasi e-Learning Award 2008

    Kepada Yth:

    Pengelola https://kukuhthoriq.wordpress.com

    Dengan Hormat.

    Berdasarkan hasil review kami terhadap berbagai web dan blog yang ada di Indonesia, kami beritahukan bahwa situs https://kukuhthoriq.wordpress.com masuk dalam nominasi e-Learning Award 2008 yang diselenggarakan oleh Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan, Departemen Pendidikan Nasional (Pustekkom Depdiknas).

    Untuk keperluan penilaian lebih lanjut yang akan dilakukan oleh Dewan Juri, mohon kiranya anda melengkapi formulir pendaftaran yang dapat didownload di http://www.e-dukasi.net/elearningaward. Batas pengembalian formulir pendaftaran tanggal 31 Agustus 2008.

    Demikian surat ini kami buat, semoga anda dapat berpartisipasi. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

    Hormat kami

    Panitia e-Learning Award 2008

    Kontak Person:

    Hendro Gunarto (021-99174560 atau 08128155562)

    Adi Gama (021-92233166 atau 0818686220)

    Pendaftaran kami perpanjang hingga tanggal 31 Agustus 2008

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Blog Stats

  • 62,385 hits

News

Antara

Aljazeera

CNN

BBC

REUTERS

FOX

ABC

KYODO

NIKKEI


%d bloggers like this: