Very Large Floating Structures Sebagai Solusi Alternatif Pengembangan Daerah Pesisir

July 14, 2008 at 1:11 pm Leave a comment

Negara-negara yang mempunyai luas wilayah kecil dalam beberapa tahun ini mulai melaksanakan reklamasi besar-besaran tercatat Singapura sebagai negara yang giat melaksanakan ini semua, negara kaya di Timur tengah pun tidak mau kalah, saat ini wilayah Dubai terkenal  sebagai salah satu wilayah modern dalam bidang reklamasi. Namun dari semua itu masih banyak perdebatan mengenai efek dari reklamasi tersebut, Jakarta utara sebagai salah satu wilayah yang di perdebatkan karena adanya rencana reklamasi pantainya (mungkin sekarang sudah jadi ??).

Tapi dari semua itu menurut  E Watanabe, C M Wang, T Utsunomiya dan T Moan (2002), reklamasi cukup layak untuk perairan dangkal (kurang dari 20 meter), ketika laut lebih dalam dari segi pembiayaannya tidak feasible , lebih dari itu menurut mereka reklamasi ini akan merusak habitat laut dan terkadang menyebabkan toxic sediment. Dan ditawarkan konsep struktur terapung atau yang sering disebut sebagai very large floating structure(VLFSs) sebagai salah satu solusi Negara yang mempunyai wilayah kecil.

Ada dua jenis tipe dari  VLFSs ini yaitu tipe semisubmersible dan pontoon. Untuk tipe semi-submersble menjadikan struktur terapung diatas permukaan air laut menggunakan column tubes atau elemen struktur ballast untuk meminimalkan efek gelombang  dan menjadikanya tetap terapung. Struktur  ini mampu menahan gelombang tinggi. Contoh aplikasi bidang ini adalah anjungan lepas pantai yaitu semisubmersible dan tension leg platforms.

Adapun untuk tipe pontoon, sruktur pontoon sering ditemui pada beberapa pelabuhan akan tetapi untuk jenis VLFSs ini agak berbeda dengan bentuk seperti piring yang sangat besar dan biasanya ditempatkan pada wilayah yang mempunyai perairan cukup tenang seperti  laguna atau teluk. Di jepang struktur ini sering disebut Mega float, dimensinya biasanya lebih besar dari 60 meter dan seperti pada tipe semisubmersible struktur ini juga ditambat, pada tipe ini ada struktur penambahnya yaitu pemecah gelombang dan biasanya gelombang maksimal yang mampu ditahan tidak lebih dari 4 meter.

Kelebihan dari mega float ini dibandingkan reklamasi adalah :

·     Lebih murah, pada reklamasi semakin dalam perairannya biaya yang dikeluarkan untuk pembelian pasir semakin mahal dan seringkali tidak ditemui cukup banyak pasir pada daerah pantai tertentu sehingga harus mengimpor, seperti Singapura.

·     Dari segi lingkungan cukup bersahabat karena tidak merusak ekosistem laut.

·     Lebih mudah dan cepat untuk dibuat ( biasanya dibuat pada galangan kapal ).

·     Lebih mudah untuk dipindahkan dan dikembangkan apabila menggunakan modular form.

·     Tidak mengalami settlement, untuk reklamasi biasaya terjadi  saat mulai terjadi konsolidasi.

·     Area disekitar mega float dapat dikembangkan untuk berbagai fasilitas olah raga air lainnya.

 

Floating structure telah digunakan untuk penampungan minyak yang dibentuk seperti flat –tanker (box shaped ) dijepang.  Lokasinya adalah diwilayah Shirashima dengan kapasitas 5.6 juta kiloliter dan di Kamigoto  dengan kapasitas 4.4 juta kiloliter.

Untuk infrastruktur lainnya juga banyak digunakan salah satunya adalah offshore airport/ floating airport.

 

Sumber :

Very Large Floating structures : Application, analysis and design.

E Watanabe, C M Wang, T Utsunomia dan T Moan , Centre for Offshore Research and Engineering, National University of Singapore.

Entry filed under: Ilmu. Tags: , , .

Keanggunan Arsitektural Modern Dubai Belajar dari Kemiringan Menara Pisa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Blog Stats

  • 62,385 hits

News

Antara

Aljazeera

CNN

BBC

REUTERS

FOX

ABC

KYODO

NIKKEI


%d bloggers like this: