Belajar dari Kemiringan Menara Pisa

July 14, 2008 at 2:30 pm Leave a comment

Menara pisa dibangun pada 9 Agustus 1173 dan selesai pada tahun 1370 dimana ketinggian menara ini mencapai 185 kaki dengan baratnya 14.000 ton. Yang menjadikan menara ini terkenal adalah kemiringan yang dibuatnya, akan tetapi kemiringan ini membuat kekhawatiran tersendiri bagi Italy karena kemiringan yang dibuat mencapai 5.5 derajat atau 17 kaki dari seharusnya.  

Dari kemiringan tersebut menjadikan beban mati struktur akan ditahan pada salah satu bagian dinding yaitu dinding sebelah selatan atau sesuai dengan arah kemiringannya.  Menurut John Burland pada simulasi komputer kemiringan maskimal yang bias ditahan hanya 5.44 derajat akan tetapi saat ini lebih dari itu dan harus diupayakan untuk mengurangi kemiringannya tanpa menjadikannya lurus supaya menara tidak runtuh.

Upaya meluruskan pernah dilakukan oleh diktator fasis Benito Mussolini pada tahun 1933 dengan cara menyuntikkan semen kefondasi bukan ketanah dan akhirnya menjadikannya miring 3.5 inchi.

Beberapa tahun kemudian menara ini tetap mengalami kemiringan hingga menjadikannya tertutup untuk dinaiki bagi umum pada tanggal 7 januari 1990. Kemudian beberapa upaya untuk mengurangi kemiringan dilakukan, pada tahun 1993 diberikan pemberat pada bagian utara menara tetapi mendapat protes yang cukup besar bagi masyarakat pisa, alau muncul ide membangun cincin beton disekitar dasar menara dimana ada 10 kabel dipasang 50 kaki kebawah tanah tetapi ide ini mengharuskan menggali tanah disekitar dasar menara yang diketahui terdapat sumber air. Penggalian disekitar dasar fondasi sebelumnya pernah dilaksanakan pada akhirnya ada aliran masuk ke area sekitar menara hingga menjadkannya miring, maka perlu ada solusi tambahan yaitu membekukan tanah dengan nitrogen cair sehingga akan menjadi penghalang fisik untuk air mengalir ke tempat penggalian tetapi saat digali ternyata pada sekitar dasar fondasi terdapat cincin, usaha pembekuan tanah tetap dilakukan ternyata menjadikan adanya pergerakan 1/16 inci kearah selatan (bertambah miring ) karena saat air dalam tanah membeku, tanah mengembang dan mendorong beton kedasar lebih dalam hingga menciptakan celah antara cincin dan menara, saat tanah kembali mencair menara akan menekan cincin kembali  pada akhirnya menjadikannya lebih miring.

Tahun 1998 mulai ada ide baru yaitu ekstrasi tanah, tanah akan diangkat disebelah utara tanah yang tersisa akan memadat untuk mengisi celah yang tercipta, dan hingga akhirnya akan stabil. Kemiringan yang diperoleh dari ekstrasi tanah yaitu 0.5 inci ke arah utara (berlawanan dengan kemiringan). Saat ini kondisinya stabil seperti tahun 1838 yakni dengan kemiringan 18 inches (45 centimetres). Inilah hasil pekerjaan berat dari tim yang salah satu anggotanya adalah Prof John Burland Ahli Mekanika Tanah Imperial College London.

Entry filed under: Ilmu. Tags: , .

Very Large Floating Structures Sebagai Solusi Alternatif Pengembangan Daerah Pesisir Potensi Energi Terbaharukan Indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Blog Stats

  • 62,385 hits

News

Antara

Aljazeera

CNN

BBC

REUTERS

FOX

ABC

KYODO

NIKKEI


%d bloggers like this: