Thoriq’s

Selamatkan Bumi

April 29, 2009 · 1 Comment

Dalam video klip tersebut memperlihatkan gambaran nyata pada salah satu wilayah terindah yang terkena dampak langsung kenaikan suhu Bumi. Beberapa pakar lingkungan dalam Dana A Kartakusuma menyatakan proses pencairan es didaerah Kutub tersebut akan terus terjadi apabila suhu bumi berada diatas 2 derajat celcius. Apabila kenaikan suhu bumi mencapai 4 derajat celcius maka seluruh es di pulau Greenland akan mencair dan muka air laut naik setinggi 7 meter dimana kemudian kota-kota besar seperti Jakarta akan terendam. Bila suhu terus meningkat sampai 7 derajat celcius, diprediksikan es di Kutub Selatan akan mencair dan semakin menambah tinggi air laut sampai tingkat mengkhawatirkan karena jumlah es yang tertampung di Kutub Selatan ini volumenya jauh lebih besar dari es di Kutub Utara.

Menurut Rachmat Witoelar (Menteri Lingkungan Hidup) penelitian yang ada saat ini telah menunjukkan adanya kenaikan air laut diseluruh dunia, untuk di Jakarta kenaikannya sebesar 4.38 mm pertahun, Semarang 9.27 mm pertahun dan Surabaya 4.38 mm pertahun, apabila tidak ada upaya untuk mengurangi kenaikan suhu Bumi diperkirakan pada tahun 2030 terdapat 2000 pulau-pulau kecil di Indonesia yang tenggelam.

Dari beberapa riset diketahui salah satu penyebab terjadinya kenaikan suhu Bumi yakni karbondioksida selain Methane, Nitrous oxide, Hydrofluorocarbons, Perfluorocarbons, Sulphur hexafluoride. Seperti terlihat dalam gambar dibawah ini terdapat hubungan yang selaras antara kenaikan jumlah karbondioksida di Atmosfer dengan kenaikan suhu Bumi.  

clip_31

 Beberapa negara maju seperti Inggris telah mempunyai target menurunkan besaran karbondioksida yang dihasilkan hingga mencapai 60 persen pada tahun 2050. Komitmen penyelamatan Bumi yang sampai saat ini belum ditiru Indonesia sebagai paru-paru dunia dengan kerusakan hutan dan lahannya sebesar 101.73 juta hektar.

Prof John Ochsendorf dan Prof Charles Ainger dari Cambridge University menyatakan peran serta masyarakat juga diperlukan untuk mengurangi kerusakan ini, berdasarkan standar Protokol Kyoto guna mengurangi emisi sedikitnya 7 persen setiap orang mempunyai batasan emisi karbondioksida sebanyak 11.000 lbs karbondioksida/orang/tahun yang ekuivalen dengan berkendara mobil jenis SUV (Sport Utility Vehicle) maksimal 11000 mil/orang/tahun atau 48.49 km/orang/hari.

clip_42

Salah satu bagian sederhana yang bisa dilakukan oleh setiap orang, sebagai bentuk rasa terima kasih kepada Bumi sebagai satu-satunya tempat untuk hidup dan tinggal manusia, dimana pada akhirnya kita semua tetap bisa menikmati semua keindahan ini.

Sumber :

1.      Departemen Lingkungan Hidup

2.      KOMPAS

3.      MIT

4.      Departemen Kehutanan

→ 1 CommentCategories: Ilmu
Tagged: ,

Sisi Lain Kerugian dari Peperangan

January 10, 2009 · Leave a Comment

Perang yang sedang berlangsung dinegara dengan sejarah panjang 3 agama besar Yahudi, Kristiani dan Islam telah memakan korban lebih dari 1000 orang dan sebagian adalah anak-anak. Segala alasan dengan pembenaran pada masing-masing pihak telah melegitimasi segala bentuk tindakan keji yang berupa pembunuhan. Terlepas dari segala alasan yang didasari, pembunuhan tetaplah pembunuhan dan hal tersebut tidak pernah dibenarkan oleh agama manapun terkecuali mereka yang berperang saat ini mengaku sebagai manusia tak beragama.

israel-palestine20map

Kerugian yang disebabkan oleh kebijakan egois perang tersebut, ternyata tidak hanya berpengaruh pada wilayah konflik tetapi pengaruhnya juga terasa kepada bangsa-bangsa lain diseluruh dunia. Salah satu kerugiannya berupa naiknya harga minyak dunia. Masih diingat pada beberapa bulan lalu diakhir tahun 2008, muncul kondisi memanas diseluruh negara di dunia akibat kenaikan harga dasar minyak yang mencapai nilai $ 140/barrel. Banyak pihak khususnya para ekonom dunia telah menyadari dampak perang ataupun kebijakan kekerasan lainnya yang terjadi diseluruh dunia (tidak terkecuali diPalestina-Israel) memicu naiknya harga minyak dipasar uang internasional. Bahkan ada sebagian pengamat ekonomi menyatakan bahwa perang merupakan salah satu komoditi yang sengaja diciptakan untuk menaikkan harga minyak dunia. Untuk diketahui walaupun harga minyak saat ini masih fluktuatif, tetapi masa awal perang yang terjadi antara Palestina-Israel telah menaikkan harga pasar minyak dunia sebesar $ 1/barrel/hari. Adapun untuk kondisi saat ini menurut seorang pengamat perminyakan nasional Kurtubi, kenaikan harga minyak dunia diprediksi tidak akan mencapai harga fenomenal seperti beberapa bulan lalu karena adanya kelesuan ekonomi dinegara kapitalis Amerika, akan tetapi dengan beberapa kondisi kenaikan bisa saja terjadi. Melihat hal tersebut mestinya seluruh bangsa didunia khususnya importir minyak seperti Indonesia mulai waspada akan kondisi tersebut dengan turut aktif menghentikan perang ini sebagai upaya mengendalikan kenaikan harga minyak dunia sekaligus mewujudkan kedamaian dunia.

oil-priceslarge

Dapat diambil sebuah kesimpulan yang mendasar bahwa perang tidaklah membawa manfaat apapun kecuali terhadap beberapa pihak yang mencoba memanfaatkan momentum perang sebagai upaya mencari keuntungan ekonomi atau dukungan politis. Tidak ada sebuah kebanggaan ataupun janji tuhan akan surganya kalau ada darah manusia lain ditangannya. Jadi kita semua sepakat bahwa perang dimanapun mesti dihentikan dan kejahatan kemanusiaan tersebut harus dimintai pertanggungjawabannya.

→ Leave a CommentCategories: Negara
Tagged: , ,

Tantangan Perancangan Bangunan Lepas Pantai

November 2, 2008 · Leave a Comment

Dengan kondisi pembebanan yang sangat ekstrem dari gelombang air laut, bangunan-bangunan didaerah pantai dan lepas pantai diharuskan mempunyai ketahanan struktural baik. Disebagian besar perairan Indonesia, tinggi gelombang yang sering terjadi hanya berkisar antara 1-2 meter dan gelombang maksimum antara 3-5 meter, sedangkan pada beberapa daerah ekstrem seperti laut utara menurut beberapa peneliti diantaranya O M Faltisen (1990) menyatakan ketinggian gelombang bisa mencapai 30 meter. Salah satu penyebab terjadinya gelombang adalah angin yang berhembus diperairan tersebut. JMJ Journee dan WW Massie (2001) Pada tahun 1805 seorang laksamana laut Inggris Sir Francis Beaufort membuat skala pengaruh angin untuk mengetahui ketinggian gelombang yang terjadi seperti terlihat dibawah ini.

Maka melihat begitu besarnya potensi beban yang terjadi di daerah periran laut menjadikan proses desain, produksi hingga perawatan bangunan lepas pantai mempunyai bagian-bagian yang sama pentingnya untuk selalu diperhatikan dan diperiksa terutama untuk ketahanan dinamiknya, T Moan (2004) pemeriksaan ini memberikan pengaruh yang cukup besar terhadap ketahanan bangunan lepas pantai seperti terlihat dibawah ini.  

 

Sehingga diharapkan dengan adanya desain dan produksi serta perawatan yang baik akan meminimalkan terjadinya kegagalan struktur pada bangunan lepas pantai baik pada beberapa bagian struktur maupun keseluruhan struktur (capsize). Tercatat beberapa kegagalan bangunan lepas pantai khususnya offshore platforms yaitu Allexander Kielland, Ocean Ranger, Piper Alpha, P-36, Typhoon TLPs, BP’s thunder Horse. Dengan perbaikan terus menerus demi kesempurnaan hasil desain bisa menjadikan bangunan lepas pantai ini sebagai salah satu prototipe bangunan masa depan bagi manusia di Bumi.

 

 Sumber :

1.      Torgeir Moan, Safety of Offshore Structures, Centre for Offshore Research & Engineering, National University of Singapore. 2004.

2.      JMJ Journee and WW Massie, Offshore Hydromechanics First Edition, Delft University of Technology. 2001.(pdf)

3.      OM Faltisen, Sea Loads on Ships and Offshore Structures, Cambridge University Press. 1990.

4.      Anne Marthine Rustad, Modelling and Control of Top Tensioned Risers, Departement of Marine Technology, Norwegian University of Science and Technology. 2007.

→ Leave a CommentCategories: Ilmu
Tagged: , , ,